AMPERA - Analisa Mapping Potensi Ekonomi Regional dan Arah Investasi

AMPERAEconomic AnalysisAnalisa Mapping Potensi Ekonomi Regional dan Arah Investasi

Platform Analitik Komoditas Unggulan dan Peta Strategi Investasi Sumatera Selatan
◆ Economic Analysis

Peta Prioritas & Simulasi Target Ekonomi Sumsel Update terakhir: Juli 2026

Satu halaman ringkas untuk pengambil keputusan — gap ke target, simulasi skenario, dan wilayah prioritas aksi.

01Gap to Target

Seberapa jauh capaian aktual dari target resmi — bukan tren historis. REAL — Kementerian Investasi/BKPM (s.d. TW II 2026) & BPS
Realisasi s.d. TW II 2026 vs Target Nasional (Rp73,70 T)36,63%
Realisasi Rp27,00 T (PMA Rp7,61T + PMDN Rp19,38T)marker: proporsi target RPJMD Sumsel Rp44,63T (60,6% dari target nasional)
Realisasi s.d. TW II 2026 vs Target RPJMD Sumsel (Rp44,63 T)60,49%
TW I: Rp12,96T → TW II: Rp14,04T (naik 8,3% qtq)25.257 tenaga kerja terserap (TW I+II)
Pertumbuhan Ekonomi 2025 vs Target RKPD (5,3–5,5%)Dalam kisaran
Realisasi 5,35% — tepat di tengah targetTarget resmi RKPD Sumsel 2025
PMA vs PMDN, s.d. TW II 2026 (yoy thd semester I-2025)PMA −14,1%
PMA Rp7,61T (28,2% dari total) — turun dari Rp8,33TPMDN Rp19,38T (71,8%) — naik dari Rp18,06T (+7,3%)
Catatan basis data: angka realisasi memakai data resmi Kementerian Investasi/BKPM (akumulasi TW I + TW II 2026), sumber yang sama dengan halaman realisasi investasi AMPERA. Target nasional Rp73,70T mencakup seluruh Sumsel; target RPJMD Rp44,63T adalah target internal provinsi untuk tahun anggaran 2026.

02Data Resmi di Balik Simulasi Ini

Sumber & jenis data di balik setiap gauge dan slider di atas. REAL — RKPD Provinsi Sumsel 2025, Bab III

Untuk target pertumbuhan (sudah ditelusuri):

  • Target resmi RKPD/RPD per tahun (kisaran %) — ditemukan di Tabel 3.14 "Kerangka Ekonomi Makro", dokumen RKPD Provinsi Sumsel 2025 Bab III (lihat tabel di bawah)
  • Realisasi growth y-on-y tahunan — rilis BPS Sumsel awal Februari, dipakai untuk validasi capaian vs target tiap tahun
  • Struktur PDRB pengeluaran (ADHB 2023) — Tabel 3.5 RKPD: Konsumsi RT 60,63%, PMTB 30,36%, komponen lain 9,01%
  • Growth rate tiap komponen pengeluaran (ADHK 2023) — Tabel 3.6 RKPD, dipakai sebagai baseline simulator di atas

Untuk target investasi (dari DPMPTSP/BKPM — sudah dipakai di panel Gap to Target):

  • Target RPJMD/RKPD Sumsel per tahun (Rp T) — dokumen resmi provinsi/Bappeda
  • Target nasional per provinsi — Kementerian Investasi/BKPM
  • Realisasi investasi PMA/PMDN per triwulan — rilis resmi, akumulasi TW I+II 2026
  • Breakdown investasi per kab/kota & sektor — basis Peta Prioritas Wilayah di atas
Riwayat target pertumbuhan ekonomi RKPD Sumsel vs realisasi — Tabel 3.14 & rilis BPS Sumsel
TahunTarget RKPDRealisasiStatus
20235,8–6,5%5,08%Di bawah target
20245,74% (proyeksi tunggal, bukan kisaran)5,03%Di bawah proyeksi
20255,3–5,5%5,35%Tepat di kisaran
20276,1–7% (ditetapkan Musrenbang, April 2026)— (belum berjalan)Target mendatang

03Simulasi Skenario Target Ekonomi

Geser slider untuk menguji skenario pertumbuhan & realisasi investasi terhadap target. Baseline REAL — RKPD Sumsel 2025 & Kementerian Investasi/BKPM
Bobot mengikuti struktur PDRB ADHB Sumsel tahun 2025 (Konsumsi RT 61,33%, PMTB 29,80%, komponen lain 8,87%) — data resmi BPS Sumsel, tabel 6 komponen pengeluaran. Catatan penting: bobot di atas dari basis ADHB (nominal), sedangkan growth default slider memakai basis ADHK (riil) — bukan dihitung dari growth ADHB — supaya hasil simulasi sebanding dengan target RKPD (yang juga berbasis riil). Target pertumbuhan mengacu RKPD Sumsel 2025 (Tabel 3.14): kisaran resmi 5,3–5,5%. Simulasi capaian investasi memakai basis target RPJMD Sumsel 2026 Rp44,63 T dan target nasional untuk Sumsel Rp73,70 T.
Proyeksi Pertumbuhan
5,35%
Target RKPD 5,3–5,5%
✓ Dalam kisaran target
Proyeksi Realisasi Investasi 2026
Rp 44,6 T
Target RPJMD Rp44,63 T · Nasional Rp73,70 T
✓ Target tercapai
Capaian investasi vs target RPJMD 2026 (%) 100%

04PMTB: Fondasi di Balik Angka Realisasi Investasi AMPERA

Kajian Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Sumsel dan hubungannya dengan realisasi investasi tercatat. REAL — BPS Sumsel, seri 2010–TW II 2026
Apa itu PMTB? Pembentukan Modal Tetap Bruto adalah komponen PDRB sisi pengeluaran yang mencakup seluruh pengeluaran barang modal berumur >1 tahun: bangunan tempat tinggal & bukan tempat tinggal, konstruksi lain (jalan, jembatan, bandara), mesin & perlengkapan, kendaraan, tanaman/ternak produktif, hingga produk kekayaan intelektual (eksplorasi mineral, software). Cakupannya jauh lebih luas dari "realisasi investasi" yang dilaporkan AMPERA/DPMPTSP/BKPM — yang menurut definisi resminya tidak mencakup sektor migas, perbankan, lembaga keuangan non-bank, asuransi, sewa guna usaha, investasi berizin instansi teknis/sektor, investasi portofolio (pasar modal), dan rumah tangga.
💰
PMTB Tw II-2026 (ADHB)
Rp 60,89 T
BPS Sumsel · REAL (terbaru)
📈
Pangsa PMTB thd PDRB Tw II-2026
30,59%
Naik dari 30,09% (Tw I-2026)
📅
Growth PMTB qtq (Tw I→Tw II 2026)
+9,29%
Nominal ADHB, quarter-to-quarter
📋
Realisasi AMPERA / PMTB (Tw II-2026)
23,06%
Rp14,04T dari Rp60,89T PMTB
PMTB Sumsel dalam Rupiah (ADHB, Rp Triliun) — seri 2010–2026 TW II, data resmi BPS
PMTB Sumsel dalam Persentase — growth y-on-y & pangsa thd PDRB
Data lengkap PMTB Sumsel 2010–2026 TW II dan perbandingannya dengan realisasi investasi AMPERA/BKPM
TahunPMTB ADHB (Rp T)PDRB ADHB (Rp T)% PMTB thd PDRBGrowth PMTB Nominal (yoy)Realisasi AMPERA/BKPMRasio Realisasi/PMTB
201076,36194,0139,36%
201190,87226,6740,09%+18,99%
2012103,67253,2740,93%+14,08%
2013115,56280,3541,22%+11,48%
2014125,40306,4240,92%+8,51%
2015123,87331,7737,34%−1,22%
2016137,23353,8738,78%+10,79%
2017147,00382,8938,39%+7,12%
2018157,63419,3937,59%+7,24%
2019160,15453,4035,32%+1,60%
2020162,65454,6135,78%+1,56%
2021165,44493,6433,51%+1,71%
2022182,08590,0830,86%+10,06%Rp41,12 T22,58%
2023191,04629,1730,36%+4,92%Rp47,48 T24,85%
2024205,92663,9631,01%+7,79%Rp70,92 T34,44%
2025214,59720,2129,80%+4,21%Rp62,67 T29,21%
2026 Tw I55,71185,1230,09%Rp12,96 T23,26%
2026 Tw II60,89199,0530,59%+9,29% qtqRp14,04 T23,06%
Sumber: BPS Provinsi Sumatera Selatan. Kolom "Growth PMTB Nominal" dihitung dari nilai ADHB (harga berlaku, termasuk efek inflasi) — bukan angka pertumbuhan riil (ADHK) yang jadi basis headline "ekonomi Sumsel tumbuh 5,35%". Baris Tw I & Tw II 2026 bersifat kuartalan (bukan akumulasi tahun penuh) sehingga tidak sepenuhnya sebanding dengan baris tahunan lainnya; growth Tw II 2026 dihitung quarter-to-quarter (qtq) terhadap Tw I 2026, bukan year-on-year, karena belum ada data pembanding Tw II 2025 di sumber ini. Koreksi data: PDRB ADHB 2024 sebelumnya sempat tertulis Rp758,24T akibat kesalahan baca sumber awal — angka yang benar dan telah diperbarui adalah Rp663,96T (%PMTB 31,01%), sesuai data resmi BPS terbaru.
Komposisi lengkap 6 komponen PDRB Pengeluaran (bukan hanya PMTB) — tahun-tahun dengan rekonsiliasi total tervalidasi presisi
Komponen2023 (Rp T)%2025 (Rp T)%2026 TwI (Rp T)%2026 TwII (Rp T)%
Konsumsi Rumah Tangga381,4460,63%441,7161,33%114,2661,72%119,7060,14%
Konsumsi LNPRT8,981,43%11,411,58%2,971,61%3,261,64%
Konsumsi Pemerintah37,335,93%43,095,98%9,535,15%11,385,72%
PMTB (Investasi)191,0430,36%214,5929,80%55,7130,09%60,8930,59%
Perubahan Inventori0,0040,00%−0,0060,00%0,0040,00%0,0040,00%
Net Ekspor Barang & Jasa10,571,68%9,411,31%2,651,43%3,821,92%
Total PDRB ADHB629,17100%720,21100%185,12100%199,05100%
Diperbarui dengan data resmi lengkap 2010–2026 (file data BPS Sumsel) — seluruh 18 titik waktu kini rekonsiliasi presisi terhadap Total PDRB (selisih <Rp0,1 miliar), termasuk 2024 yang sebelumnya sempat salah baca. Tabel menampilkan 4 periode representatif (2023, 2025, 2026 TwI, 2026 TwII); seri lengkap 2010–2026 tersedia di grafik & tabel PMTB di atas.
🔍

Rasio realisasi/PMTB naik ke puncak 34,4% (2024), lalu menetap di kisaran 23%

Rasio realisasi AMPERA/BKPM terhadap PMTB total naik dari 22,6% (2022) ke puncak 34,4% (2024), turun ke 29,2% (2025), lalu stabil di sekitar 23% pada dua triwulan pertama 2026 (Tw I: 23,3%, Tw II: 23,1%) — mendekati level 2022–2023. Konsistensi rasio ~23% selama dua triwulan berturut menunjukkan pola realisasi AMPERA 2026 kembali ke proporsi historis normal setelah lonjakan 2024.

📈

PMTB Tw II-2026 melanjutkan akselerasi dari Tw I

PMTB nominal naik dari Rp55,71T (Tw I) ke Rp60,89T (Tw II) — tumbuh +9,29% quarter-to-quarter, jauh lebih cepat dari laju rata-rata tahunan. Pangsa PMTB terhadap PDRB juga naik dua triwulan berturut (30,09% → 30,59%), sinyal awal yang positif untuk momentum investasi 2026, meski masih perlu dikonfirmasi data Tw III & IV sebelum disimpulkan sebagai tren tahun penuh.

Pangsa PMTB terhadap PDRB menyusut sejak 2013, mulai stabil di kisaran 30%

Dari puncaknya 41,22% (2013), pangsa PMTB terus menurun hingga 29,80% (2025), sempat naik ke 31,01% (2024). Empat titik data terakhir — 2024 (31,01%), 2025 (29,80%), Tw I-2026 (30,09%), Tw II-2026 (30,59%) — menunjukkan pangsa PMTB sudah relatif stabil di kisaran 29–31% setelah tren penurunan panjang 2013–2022, dengan Tw II-2026 melanjutkan tren naik dua triwulan berturut-turut.

🎯

Implikasi untuk kebijakan: dua alat ukur, dua fungsi berbeda

PMTB tepat dipakai untuk memahami skala riil pembentukan kapital dan kontribusinya ke pertumbuhan ekonomi (basis simulator di panel atas). Realisasi AMPERA/BKPM tepat dipakai untuk memantau investasi terdaftar berskala menengah-besar yang bisa diintervensi kebijakan perizinan — keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

05Peta Prioritas Wilayah

Klasifikasi berdasarkan % capaian realisasi thd target resmi per kab/kota, akumulasi TW I+II 2026. REAL — Kementerian Investasi/BKPM
Basis data: realisasi & target resmi 17 kab/kota Sumsel, akumulasi Triwulan I+II 2026, sumber sama dengan halaman realisasi investasi AMPERA (Kementerian Investasi/BKPM RI). Total realisasi provinsi Rp27,00T dari target Rp44,63T (60,49%) — namun capaian per wilayah sangat bervariasi, dari 11,4% (Lahat) hingga melebihi target (Empat Lawang, 116,7%).
🟢 Pertahankan
Capaian ≥45% dari target 2026 — sudah on-track, jaga momentum
  • Kab. Empat Lawang — sudah lampaui target (116,7%)
  • Kab. Musi Banyuasin (59,6%) & Kab. OKU Selatan (65,7%)
  • Kab. Musi Rawas Utara (52,5%), Kota Lubuk Linggau (48,9%)
🟡 Akselerasi
Capaian 25–45% — jalan tapi perlu percepatan di sisa 2026
  • Kota Palembang (40,1%) & Kab. OKI (43,6%) — nilai besar tapi capaian menengah
  • Kab. Muara Enim baru 28,8% dari target Rp10T
🔴 Intervensi
Capaian <25% — berisiko jauh dari target akhir tahun
  • Kab. Lahat — capaian terendah (11,4% dari target Rp8T)
  • Kota Pagar Alam (20,4%), Kab. Banyuasin (21,2%), Kab. Musi Rawas (21,6%)
Kabupaten/KotaRealisasi s.d. TW II 2026Target 2026CapaianKategori

06Insight Eksekutif

Ringkasan otomatis untuk pengambilan keputusan cepat
📈

2025 satu-satunya tahun yang tepat kena target sejak 2023

2023 meleset dari target (realisasi 5,08% vs target 5,8–6,5%), 2024 juga di bawah proyeksi tunggal 5,74% (realisasi hanya 5,03%). Baru di 2025 target RKPD (5,3–5,5%) tercapai presisi di 5,35%. Target 2027 sudah ditetapkan 6,1–7% — jauh lebih ambisius, patut diwaspadai pola meleset seperti 2023–2024 bisa terulang.

PMA melambat 34,5% — perlu perhatian segera

Investasi asing Tw I-2026 turun tajam yoy sementara PMDN tumbuh +6,0%. Total investasi masih tertolong domestik, tapi ketergantungan pada 1-2 proyek besar (PT OKI Pulp & Paper) membuat angka provinsi rentan terhadap siklus investasi tunggal.

🗺

Investasi besar belum otomatis menekan kemiskinan lokal

OKI dan Lahat menerima investasi besar dari sektor ekstraktif/manufaktur skala besar, namun tingkat kemiskinan di kedua wilayah masih di atas rata-rata provinsi (9,85%) — indikasi manfaat investasi belum menetes ke ekonomi lokal.

PMA turun 14,1%, PMDN naik 7,3% — pola berlanjut ke semester I

Realisasi PMA s.d. TW II 2026 Rp7,61T (turun dari Rp8,33T di semester I-2025), sementara PMDN naik ke Rp19,38T. Investor domestik makin menopang total realisasi provinsi.

🎯

Capaian target sangat timpang antar wilayah — bukan soal nilai investasi saja

Kab. Lahat menerima Rp0,91T namun baru 11,4% dari target Rp8T-nya — target yang mungkin terlalu tinggi relatif kapasitas riil. Sebaliknya Kab. Empat Lawang sudah 116,7% dari target Rp0,05T yang jauh lebih realistis. Realisasi provinsi keseluruhan (Rp27,00T dari Rp44,63T = 60,49%) menyembunyikan disparitas ini.